> Trik Mengatasi Kegagalan Menjual Trik Mengatasi Kegagalan Menjual

Trik Mengatasi Kegagalan Menjual

>>> Kumpulan Ebook di bawah ini sangat penting untuk anda ! <<< ebook-servis-komputer

Jika anda seorang perjaka yang pernah ditolak gadis idaman, mengapa anda ditolak? Jika anda serang penjual yang pernah ditolak pembeli, mengapa anda gagal menjual?. Suka atau tidak tetapi yang pasti bahwa kita semua pernah mengalami kegagalan. Mengapa kita sering mengalami kegagalan menjual atau mengapa produk yang begitu bagus yang kita tawarkan tidak laku-laku juga?. Salah satu jawaban yang masih sering terjadi adalah kita belum menggunakan bahasa positip alias kita masih menggunakan bahasa negatif dalam menjual. Perhatikan contoh pengalaman saya ini;
Suatu malam ketika sedang asyik menghadapi laptop mengtik artikel, istri saya datang membawa sebuah buku cerita lucu yang baru saja selesai dibacanya. Dia bermaksud menceritakan kembali kepada saya lalu ia berkata “Pak, ini ada cerita lucu dan menarik yang saya baru baca. Mau dengar tidak kalau saya bacakan?”. Dan karena lagi konsentrasi, saya spontan menjawab ‘tidak’, lalu diapun masuk kamar. Belakangan saya ketahui ternyata dia ngambek gara-gara saya menolak mendengar ceritanya.

Dalam kasus ini mengapa saya menolak secara spontan? Karena pertanyaannya memang mengarah ke jawaban tidak. Sebagimana kita ketahui bahwa dalam sifat manusia ada kecenderungan untuk menolak lebih dahulu sebelum menerima. Dan pertanyaan istri saya tadi bunyinya lebih mengundang godaan untuk dijawab tidak. Bagaimana seandainya pertanyaan istri saya dirubah seperti ini: “Pak, ini ada cerita lucu dan menarik yang saya baru baca. Bapak dengarkan ya, saya akan bacakan?”. Seandainya kalimatnya seperti ini maka 99% jawabannya adalah ‘ya’.

Sebenarnya begitulah juga dalam dunia kehidupan yang lain termasuk dunia bisnis, artinya gunakanlah bahasa yang positip dan mengarah ke jawaban ‘ya’. Seandainya anda masih pelajar SMA berniat dibelikan laptop oleh orang tua, bagaimana caranya meminta? Pergilah ke toko laptop lalu ambil beberapa brosurnya lalu perlihatkan kepada orang tua lalu katakan misalnya begini : “Pak, bulan lalu sampaikan niat untuk dibelikan laptop. Nah ini saya bawa beberapa brosurnya, coba bapak perhatikan brosurnya…….bapak mau belikan saya yang mana?”. Walaupun belum langsung dibelikan saat itu juga tetapi saya yakin yang spontan muncul dalam pikiran orang tua adalah “saya mau belikan yang mana ya?”. Artinya dengan cara bertanya tadi orang tua tidak lagi berpikir beli-tidak-beli-tidak karena kalau sudah berpikir begitu biasanya buntutnya ‘tidak’.

Nah bagaimana dengan dunia bisnis? Perhatikan contoh-contoh pertanyaan dibawah ini;

  1. Bla bla bla……Bagaimana pak, ada yang menarik perhatian bapak dari produk ini? (negatif)
  2. Bla bla bla……Nah saya yakin bapak setuju dengan saya, bapak mau beli produk yang mana? (positif)
  3. Bla bla bla….. Disini masih ada 10 produk yang sama apakah bapak mau membeli salah satunya? (negatif)
  4. Bla bla bla….. Disini masih ada 10 produk yang sama bapak mau beli berapa buah ?(positif)
  5. Bla bla bla….. Kalau begitu brosurnya saya tiggalkan dulu, kira-kira kapan saya bisa datang lagi pak? (negatif)
  6. Bla bla bla….. Kalau begitu brosurnya saya tiggalkan dulu, hari Rabu depan saya datang lagi ya pak, dan langsung saya bawakan produk yang bapak tanyakan tadi (positif)
  7. Dan seterusnya…

Sekarang bagaimana dengan pemasaran di dunia online? Masalahnya kita tidak langsung berhadapan dengan konsumen. Nah untuk masalah inipun bahasanya hampir sama. Misalnya ;

  1. Bla bla bla….. Jika anda tertarik silahkan klik disini untuk memesan (negatif)
  2. Bla bla bla…..langsung klik disini untuk memesan (positip)
  3. Bla bla bla…..Jika masih ada pertanyaan dari bapak silahkan kirim email kapada saya (belum maksimal)
  4. Bla bla bla….. saya siap melayani setiap pertanyaan dari bapak menganai produk saya (positif)
  5. Dan lain-lain

Tetapi ingat dalam contoh-contoh mengatasi kegagalan menjual ini kita hanya memperbaiki bahasanya dan bukan melakukan penipuan. Artinya jangan membahasakan sebuah produk melebihi mutunya karena kalau begitu berarti kita menipu konsumen.
Pertanyaanku sekarang adalah apakah dengan menggunakan bahasa seperti itu dijamin sukses semua? Jawabannya adalah apakah didunia ini ada jaminan 100% terhadap segala sesuatu? Selalu ada kemungkinan gagal. Tetapi jangan pikir gagalnya. Coba anda bayangkan sedangkan menggunakan bahasa positip saja masih memungkinkan gagal apalagi jika menggunakan bahasa negatif?
So… gunakanlah selalu bahasa positif ! Selamat mencoba, salam sukses!

Social tagging: > > > > > >

SUPER DISKON 60% Ebook Teknisi Laptop-PC-LED/LCD TV!


Mulai menggeluti dunia Komputer sejak tahun 2005, lahirlah ebook yang kami tulis dalam daftar di bawah ini.

Ebook Utama CHIP LEVEL (Karya tulis Agus Sale, S.Pd) :

  1. Ebook Panduan Teknisi Komputer
  2. Ebook Teknis Laptop
  3. Ebook Memperbaiki Motherboard Laptop
  4. Ebook PC Motherboard Repair
  5. Ebook Jaringan Komputer
  6. Ebook LED-LCD TV Repair
  7. Ebook Panduan Teknisi Ponsel
  8. Ebook Panduan Windows 10 Untuk Teknisi
  9. Ebook Hard Drive Repair
  10. Ebook Repair Monitor LCD
  11. Ebook Repair Power Supply PC
  12. Ebook Mastering Bios
  13. Tutorial Power Point
  14. Ebook Ebook Repair Printer
  15. Ebook Ebook Panduan Teknisi Elektronika
  16. Kumpulan Kasus dan Perbaikan LED LCD TV
Bonus (Bukan karya tulis saya tetapi penulisnya share gratis):
  1. Ebook Belajar Mikrotik
  2. Ebook Belajar Window 7
  3. Ebook Belajar Photoshop
  4. Ebook Belajar Corel
  5. Ebook Belajar Macromedia Dreamweaver
  6. Ebook Visual Belajar Basic
  7. Ebook Belajar Delphi
  8. Ebook Belajar Macromedia Flash

Jika Anda membeli sebelum hari Selasa, tanggal 27 Februari 2018, Semua Ebook (16 Ebook) di atas cukup dengan harga Rp.197.000,- saja. Silahkan KLIK DINISI.

Qbonk

6 Responses to Trik Mengatasi Kegagalan Menjual

  1. afrid says:

    ada satu tips dari aq pak…,

    jadilah cowok yg cakep kayak aq ni. pasti sukses deh jualan. hi hi hi…, sombong banget aq, keabur. m,ode on. hi hi hi…, 🙂

    oh yah pak, tipsnya enak banget dibaca ngga sabaran besok nunggu bapak posting apa lagi…, hi hi hi…, oh yah lagi, aq izin nih yah download soal-soal ujian pendidikannya yah pak…, soalnya, hasil google analitik, pengunjungku byk berasal dari keyword-keyword pendidikan……, ngalahin keyword bisnis online gitu. ngga tau kenapa. mungkin anak-anak jaman sekarang, nyari tugas disuruh pak gurunya nyari di internet kali yah. he he 🙂

  2. afrid says:

    pak, aq minta reqwuest artikel nih besok…, tentang sitemap gitu. aq masih belum ngerti…,

  3. thx buat tipsnya…..
    nice post…..
    salam kenal

  4. Jingga says:

    Masuk akal juga kang, boleh diterapkan nh.. berarti kata-kata pertanyaanku harus menjerumus ke jawaban “ya” jika kita ingin sesuatu terkabulkan,
    dan juga sebaliknya jika kita memang menginginkan jawaban “tidak” langsung aja pertanyaannya seperti istrinya akang, he he…
    sip kang!

  5. bunga raya says:

    selamat sore mas apa kabar wah mantap blognya

  6. shiroj says:

    ikut baca om, makasih berbagi ilmu